
Ayam merupakan salah satu bahan makanan yang masif dikonsumsi dimanapun. Ayam bisa dijadikan makanan sehari-hari, bisa jadi makanan instan, juga lauk untuk makanan inti. Konsumsi ayam yang tinggi bisa dijadikan peluang untuk berbisnis.
Kalau Anda sering berbelanja ayam di pasaran maupun supermarket, terkadang Anda melihat ayam yang sudah dipotong. Entah dipotong oleh penjualnya langsung, atau yang sudah masuk kemasan. Ayam tersebut dinamai ayam karkas dan Anda bisa mengenalnya lebih jauh di penjelasan selanjutnya.
Mengenal Ayam Karkas
Ayam karkas dan ayam potong apakah sama? Ayam karkas adalah nama lain dari ayam potong, tetapi yang dimaksud “potong” disini tentunya tidak asal. Definisi ayam karkas ialah bagian tubuh ayam setelah dilakukan penyembelihan secara halal sesuai dengan CAC/GL 24-1997 General Guideline for use of the term “halal” dan menghasilkan daging tanpa kepala, bulu, jeroan, dan kaki ayam.
Jadi, potongan ayam karkas itu tidak asal potong alias ada rumusnya tersendiri. Ayam karkas bisa dipotong sesuai dengan kemauan pembeli, misalnya dibagi dua bagian, dibagi per empat bagian, bahkan dibagi per delapan bagian. Biasanya pasar maupun supermarket menyediakan berbagai opsi untuk pembeli.
Manfaat Membeli Ayam Karkas
Kalau Anda sedang ingin memasak masakan berbahan dasar ayam, Anda bisa membeli ayam yang masih hidup, kemudian menyembelih dan membersihkannya sendiri. Namun, cara tersebut sangatlah tidak efektif, apalagi jika Anda ingin menghemat waktu. Karena permintaan semacam inilah maka penjual pun menyediakan ayam yang sudah dipotong.
Ayam karkas atau ayam yang sudah dipotong ini sangat membantu pembeli sehingga tidak perlu repot membersihkannya sendiri. Ayam sudah dipotong dan dibuang bagian yang tidak perlu sehingga tinggal dimasak sesuai selera. Dengan alasan efisiensi inilah membeli ayam karkas sudah menjadi kebutuhan yang wajib di pasaran.
Tips Memilih Ayam Karkas yang Segar
Jika Anda berkunjung ke pasar dan menuju section penjual daging hewan, Anda bisa menemukan dengan mudah para penjual ayam potong berjejer. Biasanya di pasar dikelompokkan yang menjual daging ayam, sapi, dan kambing. Anda dapat menjumpai dengan mudah bagaimana penjual ayam potong memotong ayamnya langsung di depan pembeli.
Anda dapat melihat wujud ayam yang dipotong dan diperjualbelikan, apakah berbau, dikerubungi lalat maupun serangga, dan masih banyak lagi. Anda jadi bertanya-tanya, bagaimana cara membedakan ayam potong yang segar dan tidak? Nah, Anda bisa menjawab pertanyaan tersebut dengan tips dari kami.
Lihat Warna Daging Ayam
Sebagai pembeli, Anda tentu pernah mendengar istilah ayam tiren yang berarti “mati kemaren”. Ayam tiren tentunya tidak baik dikonsumsi karena sudah tidak segar dan mengandung bakteri. Anda perlu melihat warna daging ayam saat membeli, apakah sekiranya ayam tersebut baru disembelih atau sudah lama mati.
Ayam karkas yang masih segar warna dagingnya putih dengan semburat kemerahan yang berasal dari pembuluh darah. Tandanya ayam tersebut belum lama disembelih dan dibersihkan. Ayam karkas yang buruk biasanya berwarna pucat kebiru-biruan yang menandakan sudah mengalami pembusukan yang lumayan lama.
Cek Seberapa Banyak Lendir pada Daging
Daging ayam karkas yang segar biasanya mempunyai lendir. Anda tidak salah baca, lendir itu merupakan faktor seberapa segar daging ayam tersebut. Namun, tentu saja lendir itu dalam jumlah yang normal dan tidak terlalu banyak, ya!
Jika Anda menemukan lendir pada daging ayam karkas yang terlalu banyak, biasanya diikuti bau yang lebih menyengat. Itu merupakan pertanda daging tersebut sudah tidak segar. Lebih baik Anda tidak membelinya karena melihatnya saja pasti sudah mual.
Pahami Baunya
Ayam karkas yang segar apakah berbau? Tentu saja makhluk hidup berbau meski sudah mati. Namun, bau yang segar dan tidak itu ada bedanya. Bau ayam karkas yang segar biasanya khas seperti daging yang belum lama disembelih, plus amisnya tidak berlebihan.
Sebenarnya, tanpa memerlukan rumus masalah bau ini pun, Anda mempunyai kategori bau tersendiri. Ketika berbelanja langsung di depan ayam karkas yang dijual tanpa kemasan, Anda bisa menyeleksi sendiri bau yang masih dapat ditolerir dengan yang tidak. Jadi, pahami betul-betul, ya!
Cek Seberapa Banyak Darah yang Masih Keluar
Penyembelihan ayam dan pemotongannya tentunya menimbulkan banyak darah yang tercecer. Itu merupakan hal yang sudah sepantasnya, tetapi jadi tidak normal ketika terlalu banyak darah yang keluar dari daging. Hal tersebut menjadi pertanda bahwa daging ayam itu sudah terlalu banyak selnya yang rusak.
Anda tidak boleh membeli daging ayam karkas yang darahnya masih terlalu banyak. Bisa jadi itu pertanda daging tersebut sering sekali keluar dan masuk proses pendinginan. Anda bisa cari penjual yang lain saja.
Jika Anda Penjual atau Pebisnis Ayam Karkas, Bagaimana Menjual Hasil yang Berkualitas?
Cukupi dulu pengetahuan Anda sebagai pembeli ayam karkas, bagaimana jika Anda ingin menjadi penjual? Tentunya dengan melihat seberapa banyak orang yang mengonsumsi ayam, bisnis ini begitu menguntungkan, bukan? Bagaimana cara mempertahankan kualitasnya agar bisa laris dan disukai pelanggan?
Kualitas kandang ayam, kesehatannya, dan pakannya sangatlah penting. Anda tidak boleh memberi makan seenaknya jika ingin ayam potong Anda nantinya berdaging tebal. Pertanyaan selanjutnya ialah, pakan apa yang cocok untuk ayam?
Pakan Ayam yang Baik dari Mesin Pelet Berkualitas
Kami menawarkan kepada Anda yang ingin serius berbisnis ayam, bagaimana membuat ayam sekaligus dompet Anda gemuk. Berbisnis tidak perlu tanggung-tanggung, apalagi jika kemungkinan ruginya kecil (dengan syarat dan ketentuan yang wajib dipenuhi). Anda bisa menggunakan mesin pelet Asterra yang terjamin kualitasnya.
Mesin pelet ini berkapasitas satu ton, Anda bisa mencampur nutrisi ke dalam pelet untuk ayam Anda dengan sendirinya. Anda tidak memerlukan beberapa bahan yang tidak diperlukan karena menyesuaikan dengan kebutuhan. Sangat ideal bukan untuk Anda yang ingin berbisnis tanpa ragu?
Yang paling menguntungkan ialah Anda bisa menjual pelet itu kepada peternak lain. Tentu saja hal ini menjadi side job yang tidak ngawur. Jadi, jangan menunggu sampai ada yang menyerobot peluang ini, ya! Ingat, dunia ini tidak akan berhenti menyukai ayam!