
Ayam sudah menjadi bagian dari menu wajib yang sering nangkring di dunia kuliner, apalagi di Indonesia. Tentunya, saban hari ada banyak sekali ayam yang diolah sejak dari rumah pemotongan ayam (RPA) sampai ke tangan konsumen. Pertanyaan yang sering muncul ialah bagaimana proses pemotongan ayam di RPA?
Ayam di RPA harus memenuhi standar yang ketat dari quality control (QC) sejak dari tangan pertama. Higienitas dan kesehatan ayam diukur sejak ayam tiba di RPA dan harus mempunyai dokumen semacam Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) dari asalnya. Nah, sebaiknya Anda mengetahui terlebih dahulu bagaimana proses pemotongan ayam di RPA. Namun, semua itu harus melalui berbagai tahap seperti berikut.
Tahap Pertama: Pemeriksaan Kesehatan Ayam
Sudah dijelaskan di pembuka artikel ini bahwa ayam yang datang dari asal harus benar-benar sehat dan terjamin kehigienisannya. Jadi, truk yang membawa ayam dari daerah asalnya harus mempunyai dokumen SKKH agar ayam bisa diterima dengan baik. Ayam tidak boleh mengandung bakteri maupun virus yang bisa menulari ayam lain.
Selain itu, ayam yang datang harus memenuhi standar sehat. Standar sehat tersebut, antara lain matanya tidak berair, bisa bergerak dengan normal, tidak pilek hidungnya, warna bulunya memancar dan tidak rontok. Di tahap ini, lolos tidaknya ayam benar-benar sangat penting.
Tahap Kedua: Ayam Diistirahatkan
Sering kita jumpai truk-truk yang membawa ayam dan dikumpulkan di kotak-kotak yang sempit. Tentunya ayam-ayam tersebut merasa sangat panas, apalagi dengan cuaca jika mereka dipindahkan pada siang hari. Nah, di tahap ini ayam harus diistirahatkan lebih dulu antara 2—3 jam.
Selama diistirahatkan, ayam-ayam tersebut harus disiram dengan air agar bisa mengurangi suhu panas dalam tubuh mereka. Para petugas pun siap membantu dengan masker maupun pakaian pelindung. Petugas menyiramkan air kepada ayam dengan cara disemprot selagi ayam masih berada di truk.
Tahap Ketiga: Memilah Kondisi Kesehatan Ayam
Mungkin Anda pikir pemeriksaan kesehatan sudah cukup ada di awal, tetapi ternyata tidak. Pada tahap ini, ayam akan diperiksa kesehatannya oleh dokter hewan langsung. Jadi, ayam mengalami pemeriksaan kesehatan sebelum maupun sesudah dipotong.
Ayam yang sakit akan ditunggu dan dicek terus kesehatannya sampai pulih sembari diisolasi dari ayam-ayam yang sehat. Ayam yang sehat bisa langsung ke tahap selanjutnya, sedangkan ayam yang mati akan dimusnahkan. Namun, ayam yang mati tersebut bisa ditukar dengan ayam hidup sehingga tidak ada pihak yang merugi.
Tahap Keempat: Proses Pemotongan dan Pencabutan Bulu
Pada tahap ini, ayam-ayam akan dimasukkan ke sebuah corong. Corong tersebut berfungsi untuk memotong ayam yang akan dipotong secara manual oleh petugas. Jadi, ayam akan dimasukkan secara terbalik dan petugas tinggal menyembelih lehernya.
Tahap selanjutnya, yaitu pencabutan bulu dengan cara ayam dimasukkan ke air yang mendidih terlebih dahulu selama 2—3 menit. Air tersebut berfungsi agar ketika dicabut bulu-bulu ayam tidak akan begitu susah. Lalu, ayam tinggal dimasukkan ke sebuah mesin pencabut bulu dan nantinya bulu-bulu tersebut sudah tercabut.
Tahap Kelima: Pencucian dan Pemotongan Badan Ayam
Para petugas sudah siap di sebuah ruangan dengan beberapa selang yang mengalirkan air untuk mencuci ayam-ayam yang sudah disembelih. Selagi disemprot, petugas juga harus memisahkan jeroan dengan badan ayam. Nantinya, jeroan tersebut dipisahkan.
Kemudian ayam harus dipotong per bagian-bagian, misalnya paha, dada, kepala, dan sebagainya. Potongan-potongan tersebut tidak dikumpulkan menjadi satu, melainkan dipisah-pisah sesuai bagiannya. Sesudah itu, baru dimasukkan ke wadah plastik.
Tahap Keenam: Pengemasan dan Pendinginan
Ayam yang sudah berada di plastik tersebut kemudian harus segera dikemas. Terlebih dahulu harus dimasukkan ke mesin pendingin dengan suhu kurang dari 18 derajat celcius. Hal ini berfungsi agar daging ayam bisa tahan untuk tidak membusuk secara cepat.
Tahap Ketujuh: Disinfektasi
Semua yang berhubungan dengan proses-proses di atas harus dibersihkan dengan menyeluruh. Hal tersebut meliputi alat potong, tempat pemotongan, dan truk yang membawa ayam. Petugas harus memastikan bahwa semuanya bersih dengan membersihkan menggunakan cairan disinfektan agar tidak menimbulkan bakteri maupun bibit penyakit.
Dari semua tahapan di atas, ada beberapa yang perlu digarisbawahi. Ayam yang akan dipotong dan dijadikan bisnis untuk konsumen harus terjamin kualitasnya. Pada tahap ketika ayam harus dicek kesehatannya, jika terdapat ayam yang sakit maupun mati, tentunya pihak RPA tidak mau merugi sehingga akhirnya penjual ayam pertama yang harus mengganti jumlah ayam yang tidak sesuai tersebut.
Nah, bayangkan jika Anda menjadi penjual tersebut dan dihubungi oleh RPA bahwa ayam-ayam dari Anda ternyata banyak yang sakit dan mati sehingga Anda harus mengganti dengan ayam yang sehat. Jumlah tersebut bisa membuat Anda rugi sehingga Anda harus benar-benar memastikan kesehatan ayam Anda secara berkala agar tidak membuat repot nantinya.
Ketika Anda memelihara ayam, yang paling penting ialah (1) kesehatan, (2) pakan, dan (3) tempat. Anda harus memastikan ketiga hal tersebut sudah memenuhi standar. Ayam Anda harus diberi pakan yang sehat dan bergizi agar tidak mudah sakit dan mati.
Asterra mempunyai mesin pellet berkapasitas satu ton yang cocok untuk bisnis Anda. Mesin ini terjamin kualitasnya dan bisa digunakan dengan berjam-jam. Dalam kurun waktu tersebut dan dibantu dengan mesin, Anda bisa menghemat pengeluaran untuk membayar gaji karyawan dan meminimalisir kesalahan yang manusiawi dilakukan manusia biasa.
Selain itu, mesin bisa bekerja secara terus-menerus sehingga tidak ada biaya lemburan jika Anda sedang memproduksi banyak pakan berkualitas untuk pribadi maupun untuk konsumen. Ya, Anda bisa menciptakan bisnis untuk mengolah pakan pelet ayam kepada konsumen dan menjadikannya side job yang menguntungkan!