Menarik! Begini Peluang Bisnis dan Cara Pembuatan Pelet Apung

Bagi orang yang menyukai hewan ternak, pasti Anda sudah tidak asing dengan istilah “pelet”, bukan? Pelet digunakan untuk pakan hewan yang telah terjamin kualitasnya di atas dedak. Pelet merupakan pakan buatan yang biasanya diproduksi oleh pabrik. Biasanya komposisi pelet terdiri dari berbagai macam tepung seperti tepung terigu, ikan, daging, dedak halus, bekatul, bungkil kelapa dan berbagai macam vitamin tambahan.

Jika berbicara mengenai peluang usaha, pelet apung ini memang terbuka lebar untuk siapa saja yang mau membangun sebuah perusahaan produksi pelet apung. Hal ini karena saat ini pelet apung banyak dicari oleh para pembudidaya ikan. Pelet apung lebih disukai oleh ikan dan bisa membuat ikan tumbuh lebih cepat. Nah, langsung saja Anda baca cara pembuatan sekaligus peluang bisnis pelet apung di bawah ini.

Peluang Bisnis Pelet Apung

Seiring dengan banyaknya pengusaha yang merintis bisnis ternak ikan, tingkat permintaan terhadap pakan ternak juga semakin banyak. Hal itu disebabkan makanan merupakan kebutuhan pokok yang sangat penting dan tidak bisa dihiraukan. Pakan ikan yang bergizi bisa meningkatkan kualitas dari ikan ternak kita, misalnya seperti ternak gurame. Anda bisa baca selengkapnya mengenai pelet gurame di sini: Daftar Jenis Pelet Ikan Gurame Terbaru, Referensi Khusus untuk Anda.

Oleh karena itu, agar bisa menghasilkan ikan yang bagus maka pakan ikannya juga harus diperhatikan. Mulai dari komposisi dan bahan yang digunakan sampai kandungan gizi yang terdapat di dalam makanan tersebut. Jika tidak suka ribet harus memproduksi makanan ikan sendiri, Anda bisa membeli pakan ikan di toko-toko pakan ikan yang sudah terpercaya. 

Akan tetapi, Anda harus hati-hati dalam menghitung biaya untuk pakan ikan ternak anda. Karena dalam usaha ternak ikan, pakan ternaklah yang membutuhkan biaya terbesar. Oleh sebab itu, beberapa peternak lebih memilih untuk memproduksi sendiri pakan untuk ternak mereka. Di samping lebih murah, tentunya bisa disesuaikan untuk ikan Anda, misalnya budidaya lele. Anda bisa membaca jenis-jenisnya di sini sebelum mengambil keputusan: Simak Apa Saja Jenis Pelet Ikan Lele yang Berkualitas.

Jenis Pelet Apung

Selain membahas peluang bisnis pelet apung, mari kita simak mengenai jenis-jenisnya. Umumnya, pelet terbagi menjadi dua jenis, yaitu terapung dan tenggelam. Kedua pelet ini memiliki kandungan protein yang berbeda-beda, tergantung dari segi kualitas bahan baku sekaligus pengolahannya.

Pelet Terapung

Dari segi harga, pelet terapung lebih mahal dibandingkan pelet tenggelam. Ukuran pelet terapung bervariasi, mulai dari bentuk serbuk, sampai butiran. Kandungan protein pada pelet terapung lebih besar bila dibandingkan jenis pelet tenggelam. Semakin tinggi kandungan protein pada pelet maka semakin tinggi juga harganya.

Oleh karena itu, pada umumnya peternak lele biasanya mengkombinasikan pemberian pakan pelet. Biasanya pemberian pakan pelet pada lele disesuaikan dengan ukuran dan tahapan. Pada tahap awal (bibit) lele ukuran 5—6 biasanya diberikan pelet terapung sampai bibit lele tersebut berusia dua bulan.

Pakan pelet yang diberikan pada tahapan bibit harus memiliki kandungan protein yang lebih tinggi bila dibandingkan pada tahapan pembesaran. Hal itu disebabkan bibit ikan membutuhkan asupan protein dalam jumlah banyak daripada ikan berukuran besar. Dengan kandungan protein yang lebih tinggi maka pertumbuhan benih akan lebih cepat berkembang. Selain lele, Anda juga dapat beternak nila yang tak kalah menguntungkan. Baca artikel ini jika Anda tertarik: Jenis Pelet Ikan Nila yang Perlu Kamu Tahu.

Pelet Tenggelam

Kandungan protein pada pelet tenggelam lebih kecil bila dibandingkan pelet terapung karena banyak peternak lele menggunakan pelet tenggelam pada saat ikan memasuki masa panen. Pada saat memasuki masa panen, biasanya peternak lele lebih konsen untuk meningkatkan bobot/berat ikan. Semakin besar ikan maka kadar protein yang diberikan akan semakin menurun.

Cara Membuat Pelet Apung

Jika anda tertarik untuk mengetahui lebih dalam mengenai pembuatan pelet apung ini, simak pembahasan di bawah ini, ya! 

  • Masukkan bahan yang memiliki sifat perekat seperti tepung tapioka di awal dengan pemakaian sekitar 10—20 % dari total campuran pakan yang ingin Anda buat.
  • Tambahkan air agar tepung tersebut bisa menjadi perekat untuk yang lainnya. Selain tepung tapioka, Anda bisa menggunakan tepung gaplek maupun tepung ongkok.
  • Setelah itu, masukkan bahan yang memiliki sumber protein utama, seperti tepung ikan sebanyak 20% dari total campuran ini. Tepung ikan tersebut dapat diganti dengan tepung kepala udang, tepung tulang ataupun jeroan, dan yang terpenting adalah mengandung protein.
  • Tambahkan bahan pelengkap seperti dedak halus, tetapi jangan lebih dari 30%. Jika memang Anda memakai alternatif bahan seperti bungkil kedelai, Anda tidak boleh menambahkan hingga 40%.
  • Tambahkan pelengkap seperti minyak ikan dengan takaran 10%, kapur 1%, vitamin B kompleks dan vitamin lainnya. 
  • Setelah semua bahan tercampur, adonan harus di-mixer atau dicampur hingga merata kurang lebih sekitar 10 menit. Setelah itu campurkan adonan dengan mesin ekstruder sistem kering, maka secara otomatis pelet ikan yang dihasilkan bisa kering dan bisa digunakan sebagai pakan ikan.

Dalam mewujudkan cara peluang bisnis pelet apung, tentunya Anda juga harus mengerti cara pembuatannya. Namun, membuat secara manual seperti di atas tentunya hanya akan menghabiskan tenaga saja, bukan? Akan lebih baik jika Anda menjadikan bisnis pelet apung ini tidak hanya untuk Anda sendiri, tetapi untuk dijual di pasaran.

Asterra bisa membantu Anda dalam hal ini dengan menyediakan mesin yang tepat untuk Anda. Anda bisa mengunjungi website kami untuk membaca lebih banyak mengenai keunggulan, kapasitas, bahan baku, dan keuntungan yang bisa didapatkan dari Mesin Pelet Apung Asterra Machine, ya! Ditunggu orderannya, jangan sampai ketinggalan!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Main Menu

× Konsultasi sekarang! Available on SundayMondayTuesdayWednesdayThursdayFridaySaturday