Cara dan Teknik Mengolah Bakso, 100% Dijamin Works!
Bakso merupakan jenis makanan favorit orang tua, anak muda, hingga anak kecil. Ia merupakan jenis makanan yang dapat ditemui di mana‑mana, dengan bentuk, jenis dan harga yang beragam. Mulai dari yang murah karena dibuat dengan cara tradisional dan dijajakan dengan gerobak berkeliling kampung, atau bakso yang dibuat dengan peralatan canggih yang dijual dalam kemasan menarik di supermarket.
Bakso memiliki banyak jenis yang bisa dibuat dan disesuaikan dengan keinginan si empunya. Contohnya, seperti bakso ikan, ayam, urat sapi, sapi kenyal, aci, daging sapi, dan yang lainnya. Namun, apakah cara membuatnya sama saja? Di bawah ini adalah ulasan mengenai teknik dan cara mengolah bakso yang bisa menjadi referensi sebelum Anda membuatnya sendiri.
Jenis-Jenis Bakso
Seperti yang sudah dijelaskan di awal bahwa jenis bakso banyak variasinya. Hal ini bisa disesuaikan dengan selera dan bahan dasar yang dimiliki. Jika Anda tidak kesulitan mencari bahan baku seperti daging ayam di sekitar Anda maka kami sarankan untuk berbisnis bakso ayam, hal yang sama bisa juga diterapkan pada daging sapi. Artikel ini dapat membantu Anda jika ingin mencari mesinnya: Rekomendasi Mesin Cetakan Bakso Berkualitas Otomatis dan Manual.
Bakso Ayam
Jika Anda ingin berbisnis bakso ayam maka ikuti langkah-langkah ini. Langkah pertama adalah memilih daging ayam yang masih segar. Buang tulang, lemak dan kulit yang meÂnempel pada daging, lalu cuci dan tirisÂkan. Tulang dan kulitnya jangan langsung dibuang dulu karena bisa Anda gunakan untuk membuat kaldu.
Bakso Udang
Nah, bakso udang memang jarang ditemukan, tetapi tetap saja menguntungkan. Cara membuatnya ialah pilih udang yang segar dahulu, lalu kupas dan belah bagian punggungnya. Setelah itu, keÂluarkan urat udang yang berwarna hitam. Cuci bersih dan rendam selama satu jam dalam 2 setengah gelas (500 cc) air yang dibubuhi satu sendok makan baÂking powder untuk 500 g udang seÂbelum dihaluskan.
Bakso Ikan Tenggiri
Jika Anda menyukai udang maupun sea food lainnya, tentunya ikan tenggiri bisa menjadi pilihan bahan baku bakso yang baik. Langkah pengolahannya ialah pilih ikan tenggiri yang masih segar. Selanjutnya, buang kotoran yang ada di dalam dan luar badan ikan, kemudian cuci bersih dan tiriskan. Ingat, buang kulit dan tulang ikan karena menyebabkan bakso berbau amis.
Bakso Cumi-cumi
Cumi-cumi disebut sebagai makanan sea food yang agak mahal, tetapi tentunya banyak orang yang suka. Pengolahannya bagaimana, sih? Yang pertama, pilih cumi-cumi yang masih segar, kemudian buang kotoran yang melekat pada bagian dalam dan luar badan cumi-cumi. SeÂbelum dihaluskan, lakukan langkah yang sama seperti pada udang. Fungsinya agar cumi yang sebelumnya kaku bisa lebih mudah dihalusÂkan.
Cara Membuat Bumbu Pelengkap
Setelah bahan dasar bakso sudah diputuskan akan memilih yang mana, selanjutnya membuat bumbu untuk dicampurkan dengan daging. Biasanya, bumbu yang dipakai oleh warung makan bakso ataupun penjual bahan baku bakso mempunyai khasnya masing-masing, jadi tergantung kemauan Anda.
Namun, biasanya bumbu pokok bakso terdiri dari baÂwang putih, merica, pala, garam, bumbu masak, dan tambahan opsional gula secukupnya bagi yang suka manis. Lalu, bumbu-bumbu tadi digiÂling sampai lumat dan halus. Gunakan tepung kanji atau tapioka agar bakso berserat halus dan berwarna putih. Ingat! Gunakan teÂpung kanji dari kualitas paling baik.
Teknik Pengolahan Bakso
Nah, setelah mengetahui jenis dan juga cara membuat bumbunya, langkah selanjutnya ialah teknik pengolahan. Anda harus benar-benar memahami tahap ini agar bakso yang dihasilkan dari proses Anda sesuai ekspektasi. Jika tidak terlalu suka menggunakan cara manual, Anda bisa menggunakan mesin penggiling, baca rekomendasi mesin-mesinnya di sini: 5 Rekomendasi Mesin Gilingan Daging untuk Berbagai Olahan, Hemat Waktu dan Tenaga!.
Teknik Kepal
Yang pertama ialah menggunakan teknik kepal. Ambil adonan secukupnya dan kepal-kepal sambil dipadatkan. Genggam dengan tangan kiri, seÂdangkan ibu jari dan jari telunjuk Anda memÂbentuk lingkaran. Tekan terus sehingga adonan keluar lewat lubang jari membentuk bulatan, kemudian diambil dengan sendok atau alat lain yang membuat bulatan itu tidak hancur. Ukuran besar bulatannya terÂgantung keinginan Anda.
Teknik Menghaluskan
Teknik menghaluskan ini tergantung mau Anda. Anda bisa menggunakan cara atau resep apa pun yang sekiranya Anda pikir sangat cocok untuk olahan bakso Anda. Dalam teknik ini, ada dua cara, yaitu cara tradisional dan modern. Terserah mana yang Anda piÂlih, keduanya sama-sama menghaÂsilkan bakso yang mulus dan keÂnyal.
Teknik Tradisional
Teknik tradisional merupakan teknik yang menggunakan pisau dan talenÂan. Besarnya pisau dan talenan diÂsesuaikan dengan banyaknya daÂging yang akan dicincang, ya! PerÂgunakan talenan yang tebal dan tiÂdak mudah lecet oleh pisau agar bakso tidak berbau. Cincang daÂging sampai benar-benar halus.
Teknik Modern
Jika Anda menginginkan cara modern, Anda dapat menggunakan food processor. Sebelum daging dihaluskan, potong-potong dalam bentuk kecil dan masukkan sedikit-sedikit ke dalam tabung agar pisau yang ada di dalamnya bisa berputar dengan lancar. Teknik ini tentu lebih mudah dibandingkan yang sebelumnya, ya!
Prospek Bisnis Pengolahan Bakso
Jika Anda tertarik untuk menekuni bisnis pengolahan bakso ini, saatnya Anda simak sedikit ulasan mengenai prospek bisnis pengolahan bakso di bawah ini dari segi kekurangan dan kelebihannya. Baca selengkapnya agar informasi yang didapat tidak setengah-setengah, ya!
Kelebihan
- Resep pembuatan bakso sangat mudah diperoleh dan bisa dimodifikasi.
- Proses penjualan yang mudah dapat menjadikan usaha kuliner Anda selalu mendapatkan keuntungan.
- Orang Indonesia menyukai bakso sehingga di mana pun Anda berada, pasti bakso yang dijual akan selalu ramai pembeli.
- Bahan dan peralatan pembuatan bakso mudah ditemukan di berbagai wilayah sehingga memudahkan proses produksi.
- Tersedia mesin produksi bakso yang efisien dalam kuantitas yang tinggi.
- Alat promosi bisa menggunakan sosial media.
- Potensi permintaan yang tinggi di kalangan masyarakat.
- Kandungan gizi bakso sebagai jaminan kesehatan bagi para pelanggan.
- Prosedur hukum yang tidak terlalu kompleks.
Kekurangan
- Bakso sangat terbatas dalam ketahanan. Jadi, untuk menjaga bakso tetap segar, olahan bakso hanya dapat bertahan selama dua hari saja.
- Bahan pembuatan bakso juga sering mengalami kenaikan atau fluktuasi sehingga berpengaruh terhadap manajemen keuangannya.
- Banyaknya kompetitor dalam bidang yang sama sehingga harus berinovasi agar bisnis bakso Anda tetap bertahan.
- Apabila proses pengolahan uang kas tidak berjalan disiplin maka akan menimbulkan permasalahan keuangan yang mengakibatkan kebangkrutan.
Namun, jangan khawatir untuk memulai. Tentunya jika belum Anda lakukan maka kepastian susah dan mudahnya belum bisa Anda ukur. Asterra mempunyai mesin yang dapat Anda jadikan asisten untuk membangun bisnis bakso Anda, loh! Cek pada katalog kami mengenai mesin-mesin tersebut di sini, ya: Mesin Bakso dari Asterra Machine.
