
Beras porang adalah produk pangan yang terbuat dari umbi tanaman porang (Amorphophallus muelleri), yang dikenal sebagai sumber glukomanan, serat alami dengan tekstur kenyal dan sifat mengenyangkan. Beras ini diolah dari tepung porang yang kemudian dibentuk menyerupai butiran nasi atau beras sehingga sering menjadi alternatif rendah kalori dan rendah karbohidrat bagi nasi biasa.Â
Produk ini sering diminati dalam diet karena sifatnya yang tinggi serat, tetapi rendah kalori, membantu kenyang lebih lama, dan mendukung kesehatan pencernaan. Selain rendah kalori, beras porang juga memiliki indeks glikemik yang lebih rendah dibandingkan nasi biasa, sehingga cocok untuk penderita diabetes atau orang yang ingin menjaga kadar gula darah.
Cara Membuat Beras Porang
Membuat beras porang cukup kompleks dan biasanya dilakukan di pabrik dengan teknologi khusus karena harus melalui beberapa tahap pengolahan agar aman dikonsumsi. Berikut adalah gambaran umum proses pembuatannya.
Panen dan Pembersihan Umbi Porang
Umbi porang yang sudah siap panen dibersihkan dari kotoran dan tanah. Karena mengandung banyak kotoran tanah, kini hadir teknologi khusus yang dibutuhkan untuk pabrik pembuat beras porang, yaitu mesin pencuci porang atau mesin pembersih porang. Mesin tersebut akan memudahkan proses pembersihan dalam waktu singkat. Setelah dibersihkan, umbi porang dipotong-potong menjadi bagian yang lebih kecil untuk mempermudah proses pengeringan.
Pengeringan Umbi
Potongan umbi porang kemudian dikeringkan untuk mengurangi kadar airnya. Pengeringan ini bisa dilakukan dengan sinar matahari atau menggunakan mesin oven porang agar lebih efisien. Proses ini bertujuan untuk mencegah pembusukan dan mempersiapkan umbi untuk tahap selanjutnya.
Penggilingan Menjadi Tepung Porang
Umbi porang yang sudah kering digiling menjadi tepung halus. Tepung ini kemudian disaring untuk memastikan tidak ada kotoran yang tersisa. Proses ini menghasilkan tepung porang yang kaya glukomanan, komponen utama beras porang.
Penghilangan Kalsium Oksalat
Tepung porang biasanya masih mengandung kalsium oksalat, senyawa yang bisa menyebabkan gatal di tenggorokan. Karena itu, tepung harus direndam atau dicuci dengan proses khusus untuk menghilangkan senyawa ini. Proses ini penting untuk memastikan beras porang aman dikonsumsi.
Pembentukan Butiran Beras

Tepung porang yang sudah aman kemudian diproses dengan mesin khusus untuk membentuknya menjadi butiran kecil menyerupai nasi. Mesin ini biasanya menggunakan panas atau tekanan tertentu agar tepung bisa berbentuk bulir-bulir kecil.
Pengeringan dan Pengemasan
Butiran beras porang yang sudah terbentuk dikeringkan kembali untuk mengurangi kadar airnya. Setelah itu, beras dikemas dalam kemasan kedap udara agar bisa disimpan dalam jangka waktu yang lama.
Proses pembuatan umbi porang menjadi beras memang memerlukan mesin khusus dan standar tertentu untuk mengolah dengan aman. Inilah sebabnya pembuatannya biasanya dilakukan oleh produsen profesional.
Selain menggunakan mesin khusus, beras porang juga melalui masa tanam yang lama dan proses produksi yang rumit. Tidak heran jika beras ini memiliki harga yang lebih mahal daripada beras biasa, yaitu mencapai ratusan ribu rupiah per kilogram.Â
Apabila Sobat Mesin tertarik untuk memulai produksi beras porang, silakan kunjungi Asterra.id dan temukan kebutuhan Sobat!