Buah kopi yang telah dipanen membutuhkan proses yang sangat panjang hingga akhirnya bisa dikonsumsi dengan penuh cita rasa. Kopi menjadi sebuah minuman wajib yang sangat mungkin hampir disukai oleh semua orang. Anda wajib membaca artikel mengenai proses dan peluang dari teknik roasting kopi ini.
Proses dari biji kopi menjadi seduhan kopi yang nikmat, yaitu mulai dari biji kopi yang merah (cherry) diproses menjadi gabah (HS), lalu menjadi beras (green bean), dan proses selanjutnya kopi beras (green bean) disangrai (roasting) menjadi roast bean, kemudian ditumbuk (grinder) sampai menjadi bubuk kopi yang siap diseduh dan dinikmati.
Jenis Roasting Kopi
Sebenarnya, jika Anda tidak mengenal istilah roasting kopi, Anda mungkin terbiasa mengetahuinya dengan istilah sangrai. Sangrai ialah proses memanggang biji kopi yang masih mentah. Kalau Anda tertarik untuk mengecek mesin-mesin roasting kopi, kami menyajikan artikel khusus ini: Rekomendasi Mesin Roasting Kopi Terbaik.
Nah, secara umum, ada tiga jenis roasting kopi yang akan kami sajikan dalam artikel ini. Jenis-jenisnya ialah light, medium, dan dark roast. Untuk lebih detailnya, simak penjelasan di bawah ini!
Light Roast (Cokelat Muda)
Light berarti “ringan” atau “tidak berat”. Jadi, yang pertama yang akan kita bahas adalah jenis yang masih ringan. Jenis roasting yang pertama ini bercita rasa asam, aroma sangrainya kurang tercium, dan sedikit mengambang.
Light roast memiliki tingkat kematangan paling rendah. Suhu biji kopi berada pada kisaran 180—205 derajat celcius. Tingkatan roasting ini cocok bagi orang yang menyukai rasa kopi mencolok karena memiliki ciri khas seperti citrusy, earthy, dan buttery.
Medium Roast (Cokelat)
Pada tingkatan ini, cita rasa terasa manis dan aroma asap karena biji kopi banyak mengeluarkan asap. Warnanya makin hitam dan berminyak, sedangkan kandungan gulanya mulai berkarbonisasi.
Medium roast memiliki suhu biji kopi pada kisaran 210—220 derajat celcius. Pada tingkatan medium roast menghasilkan kopi yang memiliki banyak rasa, namun memiliki kafein yang lebih rendah.
Dark Roast (Cokelat Gelap)
Tingkatan yang terakhir, yaitu dark roast yang berwarna cokelat gelap. Dari kata pertamanya saja, kita bisa memastikan bahwa tingkatan ini tentu di atas tingkatan-tingkatan sebelumnya, ya!
Selain itu, dark roast juga mengeluarkan minyak pada permukaannya dan memiliki rasa yang cenderung pahit. Ia juga memiliki suhu sekitar 240 derajat celcius. Bagi Anda yang menyukai kopi cita rasa kuat, Anda bisa memilih profil dark roast.
Peluang Bisnis Roasting Kopi
Banyaknya kedai kopi, kafe, dan restoran yang menyajikan kopi, permintaan roasted bean pun semakin meningkat. Roasting menjadi salah satu peluang dalam alur bisnis kopi. Bisnis menyangrai biji kopi menjadi siap dikonsumsi memang menarik dan menggiurkan, apalagi dilihat dari angka permintaannya.
Berbisnis kopi tidak akan mungkin bisa merugi. Namun, tentu saja Anda perlu memikirkan cita rasa, strategi, dan juga bagaimana cara untuk terus menghidupkan bisnis tersebut. Misalnya dengan menyajikan espresso terbaik di daerah Anda. Jika tertarik dengan espresso, simak artikel berikut: Rekomendasi Mesin Espresso Termutakhir.
Proses Roasting Kopi
Nah, dalam pembuatan apa pun, tentunya bahan baku dan kualitas pekerja menjadi sangat dipentingkan. Namun, jangan salah, proses justru menjadi sangat amat vital, bahkan bisa gagal meskipun Anda sudah mempunyai peralatan yang mutakhir.
Proses roasting sangat menentukan cita rasa kopi yang akan dinikmati. Dengan begitu, tahapan ini adalah proses yang sangat krusial di antara tahapan pengolahan kopi yang lain. Cita rasa kopi mampu dikreasikan sesuai selera, tergantung pada bagaimana proses roasting ini dilakukan.
Lebih Lanjut tentang Roasting Kopi
Proses memasak kopi terdiri dari mengeluarkan air dalam kopi, mengeringkan dan mengembangkan bijinya, mengurangi beratnya, dan memberikan aroma pada kopi tersebut. Ketika kopi dimasak, akan ada reaksi kimia yang menyertai sehingga karakter biji kopi pun berubah.
Nah, lebih lama biji kopi itu dimasak, lebih banyak pula bahan kimia yang berubah karakteristiknya. Ketika kopi di-roasting, ia berubah menjadi berwarna cokelat. Oleh karena itu, apabila biji kopi berwarna lebih gelap berarti sudah di-roasting dalam waktu yang lebih lama.
Namun, tentunya tahapan roasting biji kopi bukanlah suatu hal yang sederhana. Bukan sesederhana memasukkannya ke alat pemanggang, di-roasting, lalu selesai. Biji kopi yang sesungguhnya akan menghasilkan kopi yang berbeda apabila di-roasting dalam suhu yang berbeda pula meskipun hasilnya sama. Hal ini karena teknik me-roasting kopi adalah sebuah seni tersendiri.
Tahapan Pembuatan Roasting Kopi
- Pastikan green bean kopi yang akan di-roasting berada pada tingkat kadar air 11%. Sedangkan, setelah proses roasting selesai, kadar air yang tersisa menjadi 4%.
- Kenali karakter kopi yang akan di-roasting, lalu tentukan rasa terbaik pada kopi yang bisa dihasilkan oleh green bean tersebut.
- Buang rasa yang dianggap mengganggu pada kopi, misalnya rasa earthy, grassy, astringent, carbony, woody atau gangguan rasa lain agar penyangraian tidak terlalu lama dan kopi tidak gosong.
- Green bean atau biji kopi mentah masukkan ke dalam mesin roasting.
- Lakukan pemanggangan green bean sampai kopi berubah warna secara bertahap, dari berwarna hijau menjadi kuning, lalu kuning kecokelatan, cokelat muda, cokelat tua, cokelat kehitaman, hingga menjadi hitam. Rasakan perubahan aroma biji kopi pada setiap menit proses roasting dan pastikan terjadi dua kali letupan, yaitu pertama (first crack) dan letupan kedua (second crack).
- Lakukan roasting dengan menggunakan tipe tipe dasar roasting yang bergantung pada warna biji kopi, suhu roasting, dan waktu yang digunakan.
Teknik Roasting Kopi
Pemilihan teknik roasting kopi bisa dimulai dari pemilihan jenis-jenis varietas tanaman kopi, karakter rasa, hingga pascapanen. Karakter rasa yang dihasilkan teknologi roasting (jenis-jenis mesin roasting dan karakternya), mengoperasikan mesin roasting dengan baik, hingga mengetahui dan menilai dengan tepat karakter aroma dan rasa kopi hasil roasting.
Eris Susandi, seorang profesional coffee trainer, membagikan ilmunya dalam bukunya yang baru saja dirilis berjudul Coffee Roasting. Ia menuliskan bahwa dalam konsep roasting, biji kopi yang dipilih itu berdasarkan jenis kopi, ukuran, warna, kualitas mesin roasting, dan cara menyangrainya.
Namun terlepas dari apa pun teknik yang digunakan, semua tingkatan roasting tepat dan sempurna, tergantung dengan selera peminum kopinya. Terkadang pemilihan dan selera, ditentukan juga oleh aspek geografis asal biji kopi, kebiasaan atau budaya suatu daerah.
Dalam mencari mesin coffee roasting yang Anda butuhkan, Anda bisa mengecek produk mesin sangrai/coffee roasting dari Asterra Machine. Kami membuktikan kepada Anda bahwa dengan spesifikasi dan bahan baku berkualitas, Anda dapat mendapatkan hasil yang memuaskan.
Asterra akan mendampingi Anda untuk konsultasi secara penuh jika masih ragu sebelum membeli, bahkan sesudahnya. Kami juga memberikan garansi penuh dengan syarat dan ketentuan yang harus terpenuhi. Bersama Asterra, #InsyaAllahDijaminAmanah pokoknya!
