Mesin Pritil Bawang Merah: Solusi Efektif untuk Usaha Anda

gambar-bawang-merah-Asterra

Panen bawang merah sering kali menjadi tantangan tersendiri bagi para petani, terutama saat memasuki tahap pemisahan daun kering dari umbi bawang. Proses yang dikenal sebagai pritil ini memerlukan tenaga, waktu, dan ketelitian ekstra agar hasil panen tetap berkualitas

Sayangnya, metode manual masih banyak digunakan dan sering menimbulkan kelelahan serta potensi kerusakan pada bawang. Dalam kondisi seperti ini, kehadiran mesin pritil bawang merah menjadi solusi tepat untuk meningkatkan efisiensi kerja, menghemat waktu, serta meminimalkan kerugian.

Sebelum memberikan rekomendasi mesin pritil bawang merah, kami akan menjabarkan dulu bagaimana pasang surut pertanian bawang merah saat ini, ya, Sobat!

Kabar Usaha Bawang Merah Terkini

mesin pritil bawang merah
gambar panen bawang merah/ source Canva

Saat ini, kondisi panen bawang merah di Indonesia menunjukkan perkembangan yang menggembirakan, terutama di sentra produksi utama seperti Brebes, Jawa Tengah. Para petani di Desa Jagapura, Kecamatan Kersana, melaporkan peningkatan produksi sekitar 9% dibandingkan musim sebelumnya. 

Namun, keberhasilan panen ini juga membawa tantangan tersendiri. Kementerian Pertanian mengkhawatirkan efek domino dari panen raya yang dapat menyebabkan fluktuasi harga bawang merah di pasar. 

Sebagai contoh, harga bawang merah di Pasar Induk Kramat Jati sempat mencapai Rp40.000 hingga Rp45.000 per kilogram untuk kualitas super. Fluktuasi harga ini dapat berdampak pada pendapatan petani dan stabilitas pasar secara keseluruhan.

Untuk mengatasi tantangan ini, diperlukan inovasi dalam proses pascapanen, khususnya dalam pemisahan daun kering dari umbi bawang merah. Proses ini, yang dikenal sebagai “pritil”. Penggunaan mesin pritil bawang merah menjadi solusi yang efisien, memungkinkan petani untuk mempercepat proses pascapanen, mengurangi kerusakan pada umbi, dan meningkatkan produktivitas secara keseluruhan.

Pasang-Surut Panen Bawang Merah

Di balik melimpahnya hasil panen bawang merah, terdapat satu tahapan krusial yang sering kali menjadi beban tersembunyi bagi para petani, yaitu proses pritil—yakni memisahkan daun kering dari umbi bawang.

Meski terdengar sederhana, kenyataannya proses ini menyita banyak waktu, tenaga, dan biaya. Dalam praktiknya, pritil masih sangat bergantung pada tenaga manusia dan menjadi bagian dari budaya panen tradisional yang sudah berlangsung turun-temurun.

Tradisi Panen dan Tantangan Proses Pritil

Selama bertahun-tahun, proses ini dilakukan secara manual, menjadi bagian dari kebiasaan turun-temurun di kalangan petani. Meski terlihat sederhana, proses pritil memerlukan banyak tenaga manusia dan waktu yang tidak sedikit.

Dalam praktiknya, setiap kilogram bawang merah membutuhkan perlakuan khusus agar daun kering dapat terlepas sempurna tanpa merusak umbinya. Untuk mencapai hasil maksimal, banyak petani harus mempekerjakan belasan bahkan puluhan tenaga kerja harian saat musim panen tiba. Hal ini menciptakan ketergantungan tinggi terhadap ketersediaan sumber daya manusia, yang pada kenyataannya semakin sulit dipenuhi.

Dalam praktiknya, setiap kilogram bawang merah membutuhkan perlakuan khusus agar daun kering dapat terlepas sempurna tanpa merusak umbinya. Untuk mencapai hasil maksimal, banyak petani harus mempekerjakan belasan bahkan puluhan tenaga kerja harian saat musim panen tiba. Hal ini menciptakan ketergantungan tinggi terhadap ketersediaan sumber daya manusia, yang pada kenyataannya semakin sulit dipenuhi.

data tentang pritil panen, budaya panen, memerlukan banyak tenaga manusia. upah tenaga manusia berapa. isu: upah pritil bawang merah lumayan banyak mencapai 1000/kg. hal ini menjadi masalah karena cost-nya banyak dan pritil tenaga manusia banyak kekurangan: anggaran, SDM tidak pasti tersedia, tidak efektif dan efisien.

Biaya Pritil Manual yang Tinggi: Rp1.000 per Kilogram

Salah satu kendala utama dari metode pritil manual adalah tingginya biaya operasional. Di banyak daerah sentra produksi bawang merah seperti Brebes dan Bima, tarif jasa pritil bisa mencapai Rp1.000 per kilogram. Artinya, untuk satu hektare lahan yang menghasilkan sekitar 10 ton bawang merah, petani harus mengalokasikan sekitar Rp10 juta hanya untuk proses pemisahan daun kering.

Biaya ini menjadi beban tersendiri, terutama ketika harga bawang merah sedang turun atau biaya produksi lain seperti pupuk dan sewa lahan ikut naik. Selain itu, sering kali petani kesulitan mencari tenaga kerja yang bersedia melakukan pekerjaan pritil, terutama di tengah meningkatnya migrasi tenaga kerja ke sektor industri atau perkotaan.

Permasalahan dalam Pritil Manual: SDM dan Efisiensi

Selain dari segi biaya, metode pritil manual juga menghadapi tantangan dari aspek ketersediaan tenaga kerja (SDM) yang semakin tidak pasti. Pada musim panen raya, kebutuhan akan tenaga kerja melonjak, sementara pasokan tenaga tidak selalu sebanding. Akibatnya, proses panen menjadi terhambat dan menyebabkan penurunan kualitas bawang karena terlalu lama dibiarkan tanpa diproses.

Dari segi efisiensi, pritil manual jelas kurang efektif dalam skala produksi besar. Prosesnya lambat, menguras tenaga, dan tidak jarang menyebabkan kerusakan pada umbi jika tidak dilakukan dengan hati-hati. Oleh karena itu, banyak petani mulai mencari solusi yang lebih modern dan praktis untuk mengatasi kendala ini.

Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi petani—mulai dari tingginya biaya pritil manual, kekurangan tenaga kerja, hingga rendahnya efisiensi—kehadiran mesin pritil bawang merah menjadi solusi yang sangat relevan. Mesin ini dirancang khusus untuk memisahkan daun kering dari umbi bawang secara otomatis dan efisien.

Mesin Pritil Bawang Merah Asterra

mesin pritil bawang merah
gambar sebelum dan sesudah dimasukkan mesin pritil bawang merah/ source Youtube Asterra

Mesin Pritil Bawang Merah merupakan solusi inovatif yang dirancang untuk memudahkan proses pemisahan daun kering dari bawang merah secara efisien. Mesin ini sangat cocok digunakan oleh petani bawang merah, kelompok tani, hingga pengusaha di bidang pengolahan bawang. 

Dengan fungsi utamanya sebagai alat pemotong daun kering, mesin ini mampu menghasilkan dua output sekaligus, yaitu bawang merah yang sudah bersih serta limbah berupa daun kering. Tingkat kerusakan pada bawang sangat rendah, yaitu kurang dari 4%, sehingga menjaga kualitas hasil tetap optimal.

mesin pritil bawang merah
mesin pritil bawang merah/ source Asterra

Keunggulan lain dari mesin ini adalah kemudahan dalam pengoperasiannya, yang memungkinkan siapa saja dapat menggunakannya tanpa pelatihan khusus. Dilengkapi dengan roda, mesin ini juga mudah dipindahkan sesuai kebutuhan di lapangan. 

Mesin ini dibuat oleh Asterra, sebuah penyedia alat pertanian yang berpengalaman dan terpercaya. Asterra menawarkan layanan purna jual terbaik, garansi resmi, serta opsi kustomisasi mesin sesuai kebutuhan pengguna. Produk ini juga siap dikirim ke seluruh wilayah Indonesia.

Bagi yang ingin melihat demonstrasi penggunaan mesin, Asterra menyediakan video melalui platform YouTube dan TikTok yang dapat diakses melalui tautan pendek: https://shorturl.at/xs0rw (YouTube) dan https://shorturl.at/pzft9 (TikTok). 

Informasi lebih lanjut bisa diperoleh melalui website resmi di www.asterra.id, atau dengan menghubungi nomor WhatsApp +62 8571 1111 141. Kontak email tersedia di sales2asterra@gmail.com dan akun media sosial @asterramesin juga dapat diakses untuk update dan promosi terbaru.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Main Menu

× Konsultasi sekarang! Available on SundayMondayTuesdayWednesdayThursdayFridaySaturday