Mengenal Beras Singkong: Pengganti Beras Padi yang Menguntungkan

gambar-singkong-kering-asterra

Beras singkong adalah produk pangan yang dibuat dari singkong yang telah diproses sedemikian rupa sehingga bentuk dan teksturnya menyerupai butiran beras. Dengan kandungan karbohidrat yang tinggi, beras ini menjadi pilihan yang menarik bagi masyarakat yang ingin mengurangi ketergantungan pada beras konvensional atau mencari alternatif makanan yang lebih terjangkau dan mudah didapat.

Dalam beberapa tahun terakhir, beras singkong semakin populer karena manfaatnya yang beragam, seperti kandungan serat yang lebih tinggi dan indeks glikemik yang lebih rendah dibandingkan beras putih biasa. Selain itu, beras ini juga dapat menjadi solusi dalam menghadapi ketahanan pangan, terutama di daerah yang memiliki produksi padi terbatas. 

Apakah Singkong Bisa Menjadi Pengganti Beras Padi?

Sebagai masyarakat yang terbiasa mengonsumsi nasi dari padi sebagai karbohidrat primer , tentu beras singkong terdengar tidak awam. Padahal, dengan segala kandungan yang dimiliki, beras ini dapat menjadi opsi pengganti nasi, terutama bagi siapa saja yang memiliki usaha singkong atau yang sedang mengurangi kandungan glikemik, bahkan bebas gluten.

Dari segi ketersediaan, singkong lebih mudah dibudidayakan di berbagai jenis tanah dan kondisi iklim dibandingkan padi. Hal ini menjadikan beras singkong sebagai alternatif yang lebih fleksibel dan berpotensi mengurangi ketergantungan pada beras padi. 

Kesimpulannya, beras singkong dapat menggantikan nasi. Akan tetapi, tekstur dan rasa beras singkong yang sedikit berbeda dengan beras padi, masyarakat perlu beradaptasi dalam cara mengolah dan mengonsumsinya.

Kelebihan Beras Singkong sebagai Pengganti Nasi

Singkong, Makanan, Mentah, Memanen
gambar singkong/ Source Canva

Beras singkong menawarkan beberapa kelebihan, baik untuk pihak produsen maupun konsumen. Berikut penjelasannya. 

Sumber Karbohidrat Alternatif


Beras singkong merupakan alternatif sumber karbohidrat yang baik bagi masyarakat yang ingin mengurangi ketergantungan pada beras padi. Beras ini dapat menjadi pilihan bagi mereka yang membutuhkan asupan energi untuk aktivitas sehari-hari. Selain itu, beras ini lebih mudah ditemukan di daerah yang memiliki produksi singkong melimpah.

Indeks Glikemik Lebih Rendah


Salah satu keunggulan utama beras singkong adalah indeks glikemiknya yang lebih rendah dibandingkan dengan beras putih biasa. Indeks glikemik yang rendah berarti karbohidrat dalam beras ini dicerna dan diserap lebih lambat oleh tubuh, sehingga membantu mengontrol kadar gula darah. Hal ini menjadikan beras singkong sebagai pilihan yang lebih sehat bagi penderita diabetes atau mereka yang ingin menjaga kadar gula darah tetap stabil.

Kandungan Serat Lebih Tinggi


Beras singkong memiliki kandungan serat yang lebih tinggi dibandingkan dengan beras putih. Serat sangat penting bagi kesehatan pencernaan karena membantu melancarkan proses pencernaan dan mencegah sembelit. Selain itu, serat juga berperan dalam menjaga perasaan kenyang lebih lama, sehingga cocok bagi mereka yang sedang menjalani program diet atau mengatur pola makan sehat.

Bebas Gluten


Beras singkong merupakan makanan yang secara alami bebas gluten, sehingga aman dikonsumsi oleh penderita penyakit celiac atau individu yang memiliki intoleransi terhadap gluten. Dengan semakin banyaknya orang yang beralih ke pola makan bebas gluten, beras singkong dapat menjadi alternatif yang baik untuk menggantikan nasi atau produk berbahan dasar gandum yang mengandung gluten.

Lebih Tahan Lama dan Mudah Disimpan

Dibandingkan beras padi, beras singkong memiliki daya simpan yang lebih lama, terutama jika disimpan dalam kondisi kering dan tertutup rapat. Hal ini membuatnya lebih tahan terhadap serangan hama dan jamur, sehingga mengurangi risiko pemborosan pangan. Keunggulan ini menjadikan beras singkong sebagai pilihan yang baik untuk stok bahan pangan jangka panjang, baik untuk rumah tangga maupun kebutuhan skala besar.

Mendukung Ketahanan Pangan dan Diversifikasi Pangan


Produksi beras singkong dapat membantu meningkatkan ketahanan pangan, terutama di negara-negara yang memiliki tingkat konsumsi beras padi yang tinggi. Dengan memanfaatkan singkong sebagai bahan baku alternatif, ketergantungan terhadap impor beras dapat dikurangi. Selain itu, diversifikasi pangan dengan beras singkong dapat membantu meningkatkan pemanfaatan sumber daya lokal dan mendukung petani singkong dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi mereka.

Segala kelebihan tersebut telah resmi disampaikan juga oleh Badan Pangan Nasional. Dalam artikelnya, mereka menjabarkan bahwa beras singkong dapat mendukung kesehatan dan diversifikasi pangan.

Mesin Beras Singkong

Dalam upaya diversifikasi pangan dan mengurangi ketergantungan pada beras padi, beras singkong hadir sebagai alternatif yang inovatif. Untuk melancarkan diversifikasi pangan, diperlukan teknologi yang dapat menunjang proses produksi, yaitu mesin beras analog atau mesin beras singkong.

mesin beras singkong/ source Asterra.id

Untuk meningkatkan efisiensi produksi, penggunaan mesin beras singkong sangat disarankan. Mesin ini memungkinkan proses pengolahan singkong menjadi butiran beras berjalan lebih cepat, seragam, dan berkualitas tinggi. Dengan bantuan teknologi ini, produksi beras singkong dalam skala besar dapat lebih mudah dilakukan, sehingga ketersediaannya di pasar semakin luas.

Mesin tersebut dapat dipesan berdasarkan kebutuhan yang diinginkan. Sobat dapat memesan baik skala kecil maupun besar. Silakan menghubungi nomor +62 823 1111 1141

Ingin memaksimalkan produksi untuk memulai bisnis dengan cara yang ramah lingkungan dan berkelanjutan? Mesin Asterra menjawab kebutuhan Sobat. Asterra.id sebagai roda usaha Indonesia akan menjawab kebutuhan Sobat. Ayo, cek katalognya sekarang juga!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Main Menu

× Konsultasi sekarang! Available on SundayMondayTuesdayWednesdayThursdayFridaySaturday