
Indonesia mempunyai beragam kuliner dari berbagai daerah dengan bahan baku ayam, misalnya opor ayam, rendang ayam, dan masih banyak lagi. Angka konsumsi masyarakat terhadap ayam membuat ayam menjadi bahan bisnis yang sangat menguntungkan. Ayam yang sering dijadikan bisnis biasanya ayam broiler yang mudah dikembangbiakkan.
Selain mudah dikembangbiakkan, ayam broiler juga mempunyai banyak nutrisi dan protein yang dibutuhkan oleh tubuh manusia. Namun, terkadang dalam beternak ayam broiler, peternak mengalami beragam masalah, misalnya penyakit pada ayam broiler. Jika Anda mengalami kendala yang sama, Anda bisa membaca artikel ini sampai habis.
Penyebab Penyakit pada Ayam Broiler
Sebelum memasuki jenis-jenis penyakit yang sering menyerang ayam broiler, alangkah bijaknya Anda mengetahui penyebabnya lebih dulu. Sebenarnya, penyakit pada ayam jenis apa pun biasanya mempunyai pola atau kesamaan tersendiri. Nah, mari kita bedah satu per satu sehingga menambah pengetahuan Anda sebagai pebisnis ayam.
Kandang yang Tidak Kondusif
Yang dimaksud di sini tidak hanya kandang yang tidak higienis, tetapi juga tidak sesuai dengan kebutuhan ayam. Kandang harus disesuaikan kapasitasnya dengan jumlah ayam yang menghuninya. Selain itu, akan lebih baik pula kandangnya dibersihkan secara rutin dan jangan sampai terlalu gelap dan lembab.
Tidak Melakukan Pemeriksaan Kesehatan
Kesehatan pada ayam broiler Anda harus selalu dipantau. Ayam yang sakit harus dipisahkan dari yang sehat sehingga tidak terjadi penularan yang tidak diinginkan. Kesehatan pada ayam harus selalu rutin dilakukan sekaligus penambahan nutrisi dan vitamin.
Pemilihan Pakan yang Tidak Pas
Ayam membutuhkan kandungan nutrisi yang berbeda-beda, tetapi harus selalu dipenuhi. Terkadang pakan yang dijual di pasaran tidak pasti sesuai dengan yang Anda butuhkan. Jadi, Anda sebenarnya bisa membuat pakan sendiri yang isinya penuh dengan gizi, vitamin, dan nutrisi untuk ayam broiler Anda.
Jenis-Jenis Penyakit pada Ayam Broiler
Setelah Anda membaca tiga pokok penyebab penyakit pada ayam, Anda tentu sudah harus menerapkan pada diri sendiri agar hal-hal tersebut dihindari. Jangan sampai Anda menyepelekan kebersihan kandang, kesehatan, dan pakan ayam Anda. Jika nanti terjadi masalah pada ayam broiler Anda, seperti misalnya banyak yang sakit atau mati, Anda bisa baru menyesal.
Nah, mari kita mulai membahas topik inti dari artikel ini, yaitu penyakit apa saja yang biasanya menyerang ayam broiler. Perlu Anda ketahui, tidak semua penyakit ada di dalam artikel ini, ya! Yang kami cantumkan ialah penyakit-penyakit yang sering sekali ditemui oleh para pebisnis ayam broiler.
Penyakit Tetelo (Newcastle Disease)
Jika Anda sudah lumayan lama berbisnis ayam pedaging seperti broiler, Anda pasti sudah pernah setidaknya mendengar tentang penyakit ini. Tetelo merupakan salah satu penyakit yang paling sering menjangkit unggas dan sifatnya mematikan. Penyakit ini disebabkan oleh infeksi dari Avian paramyxovirus serotype-1.
Ayam yang terserang tetelo biasanya mengalami gejala seperti ini: (1) tidak nafsu makan, (2) lemah dan lesu, (3) bulu menjadi lebih kusam, dan (4) lehernya terpuntir ke belakang atau tortikolis. Segera lakukan evakuasi pada ayam yang terkena tetelo karena penularannya sangat cepat terhadap ayam-ayam lain.
Penyakit Ngorok (Chronic Respiratory Disease)
Penyakit ngorok pada ayam ini disebabkan virus yang bernama Mycoplasma gallisepticum. Virus ini sering menyerang ayam yang berusia sekitar 4—9 minggu. Gejala yang dapat dilihat pada ayam yang terjangkit virus ini, antara lain (1) tubuh menjadi lemah, (2) mudah mengantuk, (3) warna kotoran menjadi hijau atau kuning keputihan, (4) mata berbuih, dan (5) jalan menjadi oleng.
Anda harus sangat berhati-hati karena penularan penyakit ini bisa terjadi dengan sangat cepat melalui lendir, pernapasan, dan alat-alat lainnya. Anda harus segera lakukan evakuasi pada ayam yang sehat dan belum terjangkit penyakit tersebut. Setelah itu, lakukan pemeriksaan rutin pada ayam-ayam yang sehat serta pantauan penuh pada ayam yang sakit.
Penyakit Diare Kapur (Pullorum Disease)
Jika ayam broiler Anda mengeluarkan kotoran berwarna putih, Anda patut mencurigai penyakit yang satu ini. Penyakit ini menjangkit ayam yang masih muda alias berusia sekitar kurang dari tiga minggu. Seperti halnya penyakit yang sudah disebutkan sebelumnya, penyakit diare kapur juga menular.
Gejala yang disebabkan penyakit ini macam-macam, misalnya (1) sesak napas, (2) sayap mengerut, (3) nafsu makan hilang, dan masih banyak lagi gejalanya yang variatif. Anda tidak bisa menerkanya begitu saja sehingga harus selalu dilakukan pengecekan secara berkala. Jika sudah terjadi, lakukan culling (seleksi) ayam untuk pengamanan lebih lanjut.
Penyakit Gumboro (Infectious Bursal Disease)
Penyakit ini pertama kali ditemukan di Gumboro, Amerika Serikat, pada 1960-an. Jika Anda mengetahui gejala-gejala HIV/AIDS pada manusia, penyakit ini mempunyai banyak kesamaan. Penyakit gumboro menyerang sistem kekebalan tubuh pada ayam sehingga menyebabkan kematian.
Seperti halnya makhluk hidup yang tidak bisa membuat antibodinya sendiri, lama-lama kondisi tubuhnya lemas, memburuk, dan risiko terkena penyakit lainnya pun sangat tinggi. Sayangnya, obat untuk menyembuhkan penyakit ini tidak ada yang spesifik. Pemberian nutrisi yang baik, pakan yang berkualitas, dan kandang yang terjaga kebersihannya menjadi cara terampuhnya.
Pencegahan Penyakit pada Ayam Broiler
Sebenarnya, Anda tidak perlu repot-repot memikirkan pencegahannya jika sudah membaca penyebabnya. Antisipasi hal-hal yang menjadi penyebab penyakit, kemudian lakukan sebaliknya. Misalnya salah satu penyebab penyakit ialah kandang yang buruk maka berikan kandang terbaik bagi ayam broiler Anda.
Salah satu penyebab penyakit pada ayam yang sering disepelekan ialah pakan yang berkualitas. Kebanyakan peternak ayam, khususnya broiler, merasa bahwa yang penting pakan ialah pakan. Kandungan nutrisinya tidak begitu penting, padahal itu yang menjadi masalah.
Bagaimana Membuat Pakan untuk Ayam yang Baik?
Anda bisa membaca salah satu artikel kami yang membahas pakan-pakan untuk ayam. Pada artikel yang lain juga disebutkan bahwa beberapa pakan seperti dedak mempunyai beragam kekurangan yang sebaiknya Anda pertimbangkan. Pakan terbaik yang saat ini menjadi opsi untuk Anda ialah pelet.
Pembuatan pelet untuk pakan ayam bisa dilakukan dengan mesin produksi pelet, apalagi jika jumlah ayam broiler Anda pun banyak. Asterra mempunyai solusi terbaik bagi Anda, yaitu mesin pelet dengan kapasitas mencapai satu ton yang bisa membuat Anda meng-custom sendiri kebutuhan nutrisi pakan.
Mesin Pelet Asterra Berkapasitas Satu Ton
Mesin kami bisa bekerja dan menghasilkan 200—300 kilogram per jam tanpa dibantu karyawan. Anda bisa menghemat pengeluaran untuk menggaji karyawan selama beberapa tahun ke depan hanya untuk membeli mesin ini. Kualitas mesin pun dijamin minimal sudah sangat baik sehingga Anda tidak perlu khawatir merugi.
Jika Anda membutuhkan pedoman untuk mengetahui lebih lanjut tentang mesin ini, Anda boleh berkonsultasi terlebih dahulu dengan kami. Nantinya jika terjadi kerusakan, garansi selalu ada dan guides pun selalu diberikan dari kami untuk Anda tanpa mengenal waktu. Anda tidak perlu khawatir untuk memulai! Cek mesin-mesin pelet kami di sini: Mesin Pelet dari Asterra Machine.
Nah, sudah siapkah untuk berbisnis ayam broiler? Sudah mengenal penyakit-penyakit pada ayam broiler, tentunya Anda harus mencatatnya baik-baik agar jangan sampai terjadi pada bisnis Anda, ya! Kami doakan semoga sukses!