Kelebihan dan Kekurangan Cocopeat sebagai Media Tanam, Cek Artikel ini Jika Anda Tidak Ingin Pailit

Kelebihan dan kekurangan cocopeat sebagai media tanam

Pohon kelapa kerap disebut sebagai pohon serbaguna. Namun, kenyataannya banyak orang yang masih beranggapan bahwa sabut kelapa justru merupakan limbah. Mereka mungkin kurang mengetahui manfaat dari sabut kelapa dan apa saja yang bisa dihasilkan olehnya, Ide Bisnis Olahan Sabut Kelapa sagat beragam

Salah satunya ialah cocopeat. Setelah mengetahui tentang cocopeat, Anda perlu mengetahui perihal kelebihan dan kekurangan cocopeat sebagai media tanam.

Mengapa hal itu diperlukan? Banyak petani atau pebisnis yang merasa bahwa cocopeat memang salah satu media tanam organik yang mirip sekali dengan tanah dan dapat dijadikan alternatif dengan berbagai nutrisi untuk tanaman. Mereka kurang mempertimbangkan kekurangan dari cocopeat sehingga ketika hasilnya tidak sesuai ekspektasi, kemudian mereka menyalahkan cocopeat. Begitulah pentingnya Anda mengetahui kelebihan dan kekurangannya.

Kami sudah merangkum beberapa kelebihan maupun kekurangan dari cocopeat. Sebelum bertindak, sebaiknya selalu berencana. Anda bisa menyimak dengan baik dan mencatat hal-hal penting pada uraian di bawah ini.

Cocopeat sebagai Media Tanam

Tak dipungkiri, cocopeat menjadi sangat populer di Indonesia karena iklim di negara ini yang tropis membuatnya cocok menjadi tempat pohon kelapa tumbuh.

kelebihan Cocopeat sebagai Media Tanam

. Pohon kelapa yang menghasilkan banyak sabut kelapa itu kemudian dapat diolah menjadi salah satu media tanam yang tidak kalah dengan tanah. Berikut beberapa kelebihan dari cocopeat.

Tekstur Mirip dengan Tanah

Cocopeat berbentuk serbuk atau bubuk dari sabut kelapa yang telah mengalami proses penggilingan sehingga menjadi sangat halus. Tekstur ini mirip sekali dengan abon atau tanah, bahkan warnanya yang kecokelatan pun sangat mirip. Dengan tekstur seperti ini, tanaman mampu beradaptasi dengan cepat dan mengalami pertumbuhan yang optimal.

Memiliki Tingkat Penyerapan Air yang Tinggi

Karena bentuknya yang seperti bubuk, air dapat masuk dengan mudah pada celah-celahnya. Sama saja seperti ketika tanaman ditanam pada tanah biasa. Selain menyerap, air dapat ditampung dengan jumlah yang cukup. Cocopeat dapat menyimpan air berkali-kali lipat lebih banyak daripada tanah. Hal ini membuat tanaman menjadi tidak mudah kering dan terhidrasi dengan baik.

Mudah Didapat dan Ramah Lingkungan

Pembuatan media tanam sebaiknya berasal dari bahan-bahan yang mudah didapatkan dan didaur ulang. Tentu hal tersebut penting karena penanaman tanah yang baik sebaiknya didapat dari energi yang terbarukan. Sabut kelapa yang kerap dijadikan limbah oleh beberapa orang bisa Anda jadikan bisnis. Namun, pengolahannya memerlukan lebih banyak usaha sehingga Anda memerlukan modal.

Dimusuhi oleh Hama

Cocopeat memiliki tingkat keasaman atau pH yang berbeda dengan tanah, yaitu pada kisaran 5,8 sampai 6,5. Angka tersebut menjadikan beberapa hama mungkin kurang suka berada di dalamnya. Selain itu, zat kimia di dalam cocopeat juga membantu meminimalisir pertumbuhan hama.

Mudah Dibuat oleh Pemula

Membuat cocopeat secara manual juga bukan merupakan hal yang sulit. Seperti pada artikel kami tentang perbedaan cocopeat dan cocofiber, Anda dapat membaca dengan jelas bagaimana cara membuat cocopeat secara manual. Cara membuatnya biasanya diawali dengan membasahi sabut kelapa, kemudian dipotong-potong sampai berbentuk kecil-kecil. 

Potongan tersebut dijemur, barulah setelah kering dihaluskan kembali. Hasil penghalusan tersebut harus disaring dulu agar menghasilkan yang terbaik. Terakhir, rendamlah dengan mikroorganisme lokal (MOL) yang dicampur air selama sehari. Simpan terlebih dahulu selama sehari, kemudian harus disaring kembali di tahap akhir.

Kekurangan Cocopeat sebagai Media Tanam

Nah, setelah mengetahui kelebihannya, Anda jangan dulu lompat pada kesimpulan bahwa cocopeat sama sekali tidak mempunyai kekurangan. Pada urusan apa pun, Anda tetap harus mengantisipasi kemungkinan terburuk dari keputusan yang Anda pilih. Sayangnya, Anda juga perlu mengetahui kekurangan cocopeat sebagai media tanam terlebih dahulu sebelum membuatnya menjadi bagian dari bisnis Anda.

Perlu Dibersihkan dari Patogen Terlebih Dahulu

Patogen merupakan inang atau parasit yang membuat tanaman menjadi sakit. Berbeda dengan tanah yang dapat Anda gunakan secara langsung, cocopeat tidak steril dari patogen. Dalam kasus ini, ketika Anda akan membuatnya, Anda harus mencucinya sampai bersih terlebih dahulu agar calon tanaman Anda tidak dibuat sakit oleh cocopeat.

Tidak Berteman dengan Tanaman yang Akarnya Basah

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, cocopeat merupakan media tanam yang manfaatnya bisa menyimpan air dengan jumlah lebih banyak dan lebih lama. Namun, hal tersebut bisa menjadi kekurangan untuk tanaman-tanaman yang akarnya memang suka basah. Tanaman yang tidak cocok tersebut misalnya brokoli ataupun kol meskipun mereka biasanya toleran dengan pH yang ada di dalam cocopeat. Anda perlu mempertimbangkan penggunaan cocopeat jika ingin bertanam tanaman yang mempunyai akar basah.

Kenihilan Unsur Hara di Dalamnya

Unsur hara tentunya merupakan hal terpenting yang biasanya didapat oleh akar agar tanaman bisa tumbuh dengan baik. Namun, unsur hara justru tidak ada di dalam cocopeat. Jika Anda tetap menginginkan cocopeat sebagai media tanam, Anda perlu mencampurnya terlebih dahulu dengan nutrisi dan suplemen lain sebagai pengganti unsur hara.

Dari berbagai penjelasan mengenai kelebihan dan kekurangan cocopeat sebagai media tanam, tentunya ada dua hasil yang diberikan kepada Anda, yaitu apakah Anda tetap tertarik atau tidak. Anda bisa menimbang kelebihan dan kekurangannya setelah membaca artikel ini. Nah, bagi Anda yang masih tertarik dan memutuskan untuk bisa meng-handle kekurangannya, Anda memerlukan solusi lebih lanjut.

Anda ingin menjadikan media tanam cocopeat ini sebagai bisnis, entah akan Anda gunakan maupun akan Anda jual. Pembuatan dengan cara manual sudah Anda ketahui, tetapi tentunya hal tersebut tidak efisien. Dana yang digunakan untuk pengolahannya yang memerlukan waktu dan tenaga bisa sangat gacor dan Anda bisa mengakalinya dengan menggunakan mesin.

Pembuatan menggunakan mesin tentunya memiliki beberapa keuntungan, salah satunya penghematan dana dan efisien di berbagai segi. Asterra memiliki jawaban yang Anda cari, yaitu mesin pengurai sabut kelapa dengan kapasitas sampai satu ton. Mesin ini dapat menjadi asisten terbaik Anda untuk memproses secara all in one dan hanya perlu mengawasinya.

Mesin pengurai Asterra terjamin kualitasnya, terlebih material yang digunakan menggunakan bahan yang terpercaya, yaitu plat besi dengan mesin penggerak Diesel 24Hp. Anda juga tidak perlu khawatir dengan hasilnya. Mesin ini dapat menghasilkan 200 sampai 300 kilogram per jamnya, jadi Anda sudah bisa mengalkulasi penghematan Anda jika menggunakannya. Anda memerlukan asisten andal yang bisa melakukan banyak hal maka mesin adalah solusi terbaiknya.

Silakan cek pada website Asterra dan bisa konsultasi terlebih dahulu agar keraguan Anda bisa ditanggulangi. Jangan menunggu sampai bisnis Anda direbut oleh banyak orang. Mulailah dengan lebih cepat dengan Asterra dan nikmati kesuksesan segera.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Main Menu

× Konsultasi sekarang! Available on SundayMondayTuesdayWednesdayThursdayFridaySaturday